|| HOME || ISLAMI || SMKTI || GUEST BOOK || EAGLE AWARD || SASTRA || GAME ||

Friday, August 27, 2010

Puisi 4

Aku takkan lupa
Apa yang dulu jadi kenangan indah
Kini tersimpan dalam dasar jiwaku
Meski kian hari kian terkikis debu
Aku takkan lupa


Saturday, August 14, 2010

Puisi 3




Senyuman Kecil











K.A.W.A.N....


Aku yakin,
Hanya butuh waktu sedetik 'tuk tersenyum
Meski hati ini, menangis
Tapi,
Butuh waktu seumur hidup 'tuk melupakan
Betapa indahnya senyuman itu....


Monday, August 9, 2010

Puisi 2


Bukan Pelangi



Biarlah aku disini
Menunggu pelangi,
Yang berjanji pada alam ‘kan segera tampak

Aku lelah seharian
Menunggu hujan,
Yang berlari entah kemana...

Tuesday, July 27, 2010

~Kisah Semut Merah bagian 1~


Suatu hari di kebun yang luas, hiduplah sekelompok semut hitam di sebuah pohon rambutan. Pohon itu sangat besar, sehingga buah-buahnya pun tak kalah besar. Dari pohon itulah para semut dapat hidup tentram. Jumlah mereka sangat banyak hingga membentuk suatu pemerintahan agar ada pemimpin yang diharapkan mampu mengatur kehidupan mereka untuk lebih damai lagi.
          Tak lama waktu berselang, kini tiba saatnya musim kawin. Musim ini adalah musim telur bagi semut betina. Tidak disangka lagi, bayi-bayi semut akan lahir, rakyat pun akan semakin banyak. Sungguh tidak bisa dibayangkan betapa ramainya pohon rambutan itu, jika ada 20.000 telur akan menetas. Tapi ini hal yang wajar, karena ini merupakan kodrat bagi setiap makhluk hidup, berkembang biak. Telur-telur itu yang akan menjadi semut kecil, yang akan menjadi generasi baru. Karena itulah semua semut sangat menanti datangnya musim ini. Kehadiran mereka sangatlah diharapkan untuk masa depan yang lebih cerah. Karena tugas bayi sebagai penerus, adalah mengurus pemerintahan layaknya semut-semut dewasa, agar markas atau pohon yang mereka tempati tidak dirampas oleh musuh mereka, yaitu semut-semut merah yang ganas.

Sunday, October 11, 2009

CUR -- HAT

Kenangan yang t’lah lalu…

Samarinda, 11 Oktober 2009
Dear diary,
Hari ini usiaku tepat 16 tahun. Ternyata, tak terasa sudah banyak hal yang kulalui di usia 15 tahun kemarin.  Mulai dari sekolah baru, dapat teman baru, pelajaran baru, suasana baru, dan lain-lainnya yang baru-baru. Aku masih ingat, riska adalah teman dekat pertamaku. Kemudian, aku mulai memberanikan diri untuk mengenal yang lainnya. Huh! Sekarang aku benar-benar paham sifat mereka. Mulai dari yang kaya anak kecil, dewasa, lucu, nyebelin, kacang!, pinter, ngambekkan!,aneh, suram, gaje’, dllll… aduuh! Shock!!...

Monday, March 30, 2009

Jadi Siswi Teladan??? Hmmmh...

Bagaimana ya rasanya terpilih menjadi siswi teladan di sekolah? Waah... Bagi ku itu sungguh mengejutkan sekali. Aku sungguh bingung mengapa mereka bisa memilih ku. Padahal aku merasa tak ada yang mau melihat dan mempedulikan ku. Tapi aku tetap bersyukur pada Allah. Walaupun ku pikir, aku tak pantas mengembannya. Mengapa aku merasa tak sanggup?
Yang aku takutkan adalah komentar - komentar dari teman - teman ku. Dan ternyata ketakutan ku itu terbukti benar. Kadang, jika aku salah dalam berbuat hal, mereka langsung bilang
"Masa murid teladan kaya gitu?"
"Wueeh,,, murid teladan telat...."
Menyebalkan, bukan? Tapi memang sebenarnya aku sering telat sekolah sejak memasuki semester ke 2 ini. Mungkin aku kelelahan. Aku sendiri bingung mengapa mereka memilih seorang siswi teladan yang sering telat seperti ku??... Kadang, salah seorang teman ku tak sadar telah menyinggung perasaan ku. Tapi, aku tetap sabar.
Yang bisa kita ambil hikmahnya adalah jalani lah hidup ini dengan keikhlasan dan penuh rasa syukur. Jangan mudah menanggapi kata - kata orang lain yang menyinggung perasaan mu.

Recent Post




tutorial ilmu grafis indonesia
ilmugrafis indonesia
 
back to top